Selasa, 31 Maret 2015

STOP ATASI FLU DENGAN ANTIBIOTIK

INFLUENZA
Influenza atau yang biasa disebut dengan flu adalah gangguan pada saluran pernapasan yang disebabkan oleh infeksi virus.
Flu adalah penyakit yang bersifat self-limiting disease atau penyakit yang termasuk dalam kategori dapat sembuh sendiri seiring meningkatnya daya tahan tubuh. Tubuh normal sebenarnya mampu bertahan terhadap serangan virus ini, namun biasanya gejala yang muncul saat flu membuat penderita sulit beraktifitas dan istirahat.

ANTIBIOTIK
Pemakaian antibiotik yang tidak rasional semakin mengkhawatirkan. Berbagai studi menemukan, sekitar 40 hingga 62 persen antibiotik digunakan untuk penyakit-penyakit yang tidak memerlukannya. Setiap minggu, di dunia tercatat rata-rata 2.645.000 resep antibiotik dari dokter kandungan dan 1.416.000 dari dokter penyakit dalam. Dari dua jenis spesialisasi ini saja, diperkirakan ada sekitar 211.172.000 resep antibiotik per tahunnya. Yang mencengangkan, suatu studi mencatat bahwa resep antibiotik yang diberikan dokter anak untuk kasus infeksi telinga saja, mencapai 500 juta dolar per tahun. Dibandingkan orang dewasa, anak-anak memang menjadi “korban” utama. Menurut penelitian US National Ambuilatory Medical Care Survey pada tahun 1989, sebanyak 84 persen anak-anak di dunia memperoleh antibiotik.

ERITROMISIN
Penggunaan Antibiotic untuk mengatasi sakit yang sebenarnya tidak memerlukannya masih sering terjadi pada sebagaian besar masyarakat. Eritromisin merupakan salah satu Antibiotik yang dihasilkan dari suatu strain Streptomyces erythreus. Aktif terhadap kuman gram positif seperti Str. Pyogenes dan Str. Pneumoniae. Penggunaan eritromisin kadang kurang tepat karena keterbatasan pengetahuan dan informasi. Hal inilah yang melatarbelakangi kesalahan dalam pemilihan obat. Penggunaan antibiotic tidak diperlukan dalam penanganan influenza karena Influenza disebabkan oleh virus, sedangkan Antibiotic digunakan untuk mengatasi kuman atau bakteri. Penggunaan Antibiotic yang tidak tepat juga dapat menyebabkan bakteri atau kuman penyebab penyakit menjadi kebal (resisten) terhadap Antibiotic yang diberikan. Obat yang dapat diberikan untuk Swamedikasi Influenza adalah kombinasi obat batuk, pilek dan antihistamin. Jadi mulai sekarang STOP ATASI FLU DENGAN ANTIBIOTIK.

TIPS ATASI FLU SECARA ALAMI
· Berendam dalam air hangat
· Mandi dengan Air Hangat
· Gunakan Aroma Mentol / Mint
· Jagalah agar rumah tetap bersih
· Teh panas atau cokelat panas
· Jaga agar tubuh tetap hangat
· Terapi Uap Tradisional
· Konsumsi Cabai / makanan yang mengandung cabai
· Campuran Madu dan Jahe
· Lebih banyak beristirahat

Eritromicin

Indikasi :
Infeksi saluran nafas, bronchitis, trakheobronkitis, pneumonia, bronchopneumonia, tonsillitis, laryngitis, sinusitis, dan otitis media
Dosis :
Dewasa : 4 kali sehari 250-500 mg; Anak-anak : 30-50 mg/ kg berat badan dalam dosis terbagi setiap 6, 8, atau 12 jam; Anak berusia kurang dari 2 tahun : 4 kali sehari 125 mg
Efek samping :
Gangguan saluran pencernaan
Kemasan:
Tablet 500 mg,
Kapsul 250 mg, Sirup 200 mg

Reference:
Almasdy D., 2013, Evaluasi Penggunaan Antibiotika Pada Suatu Rumah Sakit Pemerintah Di Kota Padang, Prosiding Seminar Nasional Perkembangan Terkini Sains Farmasi dan Klinik III, hlm. 7, http://semnasffua.com/pub/2013/prosidingsemnasffua2013-2-evaluasi-penggunaan-antibiotika.pdf, diakses pada 1 Juni 2014.
Anonim, 2013, Erythromicin 500 mg, http://medicastore.com/obat/2043/ERYTHROMYCIN__500_MG.html, diakses pada 2 Juni 2014.
Anonim, 2014, Erythromicin base, http://reference.medscape.com/drug/ery-tab-pce-dispertab-erythromycin-base342526#91, diakses pada 1 Juni 2014.
Pratitasari D., 2011, Sedikit - Sedikit Antibiotic Malah Sakit, http://www.lodaya.web.id/?p=426, diakses pada 3 Juni 2014.